Karu dan Mounara sekarang sudah sama-sama pulang ke rumah masing-masing di jemput Mamah mereka. Mounara terlihat masih duduk termenung di kasur empuknya. Mukti memasuki ruangannya dan terlihat sangat prihatin dengan kondisi putrinya. Ia duduk di samping putrinya. "Mounara, kamu kenapa sih. Sekarang sukaa banget berantem kayak gini. Tubuh kamu itu udah berkali-kali terkena kekerasan sayang. Mamah benar-benar gak terima dengan Manajer Hertanti itu!" ucap Mukti yang selalu membela putri kesayangannya itu tanpa tau permasalahannya. Maka tak salah jika Mounara masih saha menjadi manja sampai sedewasa itu. Mounara lalu melirik Mamahnya mengerutkan alisnya hanya diam tidak berkata sepatah kata pun. "Ehmm, selama kamu mengenal Riza. Kamu terus begini sayang. Maka dari itu, Mamah gak suka sama

