Angga terus duduk menunggu Meri. Dia terlihat sangat sedih dan tak mau meninggalkan istrinya meski istrinya sudah berbuat salah. Dia terus menerung dengan tatapan yang kosong di kursi tunggu. Mounara melihatnya mendengus sedih dan mendekatinya. "Om Anggaa, Om Angga istirahat Om. Nanti Om lagi yang sakit," ucap Mounara lembut membujuknya. Tetapi dia hanya diam dan masih bersedih. Mounara menghembuskan nafasnya lagi melihat Angga sedih. "Om Anggaa? Dengerin Mounaraa, Mounara nggak mau Om sakit juga gara-gara kecapekan," panggilnya membujuk lembut. "Mounara," jawabnya malah memanggil balik. Mounara hanya menatapnya semu mengangkat keningnya. "Mounara," dia terlihat memegangi sebuah buket yang di dalamnya ada snack, bunga serta kopi s**u. "Om mohon ya sama kamu, kamu kasih ini ke Candra,

