Bab 82

2031 Kata

"Emmp, warungnya... Warung sederhana di pinggir jalan," sambung Riza menahan gugupnya. "Emmmpch," Mukti berdecak menunduk. "Pantes ya, sikap kamu seperti ini," ucap Mukti. Riza terdiam menundukkan pandangannya. "Eehm, kamu keliatannya gak nyaman pakai baju itu," ucap Mukti sengaja menegur tampilannya. Riza langsung melirik ke arah bajunya sungguh tak enak memandangi Mukti. "Apa itu Mounara yang beliin?" Pertanyaan itu langsung menusuk diri Riza. Mukti mengangkat alisnya memiringkan kepala bertanya. "Kamu gak lagi manfaatin anak saya kan untuk beli ini itu," ucap Mukti tajam menatapinya. Riza terdiam menatapinya. Mukti sekarang sudah mengakhiri senyum palsunya dan menatap Riza tajam. Riza hanya terdiam bingung. "Riza..." Mukti kembali tersenyum palsu. "Harusnya sebelum kamu mutusin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN