Tiba-tiba dering telepon Riza berbunyi. Riza langsung mengambil HP di kantong celananya. "Maaf ya Ru," ucap Riza tersenyum seraya mengambil handphonenya. "Ya," jawab Karu membalas senyumnya. "Kamu jadwal masuk kantor mulai Senin ya Za," Riza membaca pesan masuk itu yang ternyata dari Mounara. Karu terkekeh. "Kalau boleh tau, itu jadwal apaan Za?" tanya Karu heran mengerutkan alisnya santai. Riza menengok ke arahnya. "Jadwal... Masuk kerja perusahaan Ru barusan dikirimin sama Mounara," jawab Riza. "Emang, kamu mau masuk kerja ke perusahaan lagi?" tanya Karu seakan ragu mengerutkan alisnya heran. Riza hanya terdiam dan termenung, dia lalu mengangguk bingung dan melangkah duduk di kursi dekatnya. "Mounara bilang sih, dengan saya ikut kerja dan ngurus perusahaannya ini. Saya akan dap

