Hari ini Mounara menjenguk pujaan hatinya. Ia masih merasa sangat merasa bersalah dan sedih kepada Riza. Ia terlihat gundah saat melangkah memasuki halaman Riza. Ia lalu melihat ke arah pintu seraya menahan air matanya. Ia mengusap pipinya lalu mulai memasuki rumah Riza. "Assalamualaikum," ucapnya lirih. Shella yang kebetulan ingin berangkat lagi ke warung siang itu langsung menjawab dan mendekati Mounara. "Waalaikumsalam ehh Non Mounara masuk Non silahkaan!" seru Shella yang awalnya biasa saja langsung merasa bahagia saat melihat itu Mounara. Mounara tersenyum tipis padanya. "Makasih Shel," jawabnya. "Bentar ya saya panggilin Riza," "Em Shel, gak usah. Biar, aku aja yang hampirin dia. Dia... Sedang sakit kan? Boleh gak?" pungkas Mounara terbata. Shella sempat bengong. "Ooh bolehh

