Riza ternganga mendongak ke atas melihat payung itu. "Mounara!" ucapnya gembira. Namun, saat membalikkan wajahnya ke orang itu ternyata bukan Mounara. Riza langsung membelalakkan matanya terdiam seribu bahasa. Karu terdiam terus memayunginya. Karu memandanginya sangat tertekan melihat keadaan Riza. Kini mereka saling pandang-memandang bingung terdiam. Karu murung sedih memandangi Riza. Wajah kalemnya itu terlihat terus mematung terdiam. Begitu tulusnya ia sampai rela juga basah sekarang. "Karu?" Riza seakan tak percaya mendengus pelan memandanginya yang tepat ada di hadapannya. "Kamu ngapain ke sini Ru? Ini kan hujan," tanya Riza khawatir padanya. Karu masih diam memandanginya. Deras hujan yang membasahi separo badannya tak dihiraukannya untuk Riza. "Saya temenin kamu nungguin Mou

