Bab 61

2001 Kata

"OM ANGGAA! HUUHUU," teriak Mounara sudah serak sangat tersedu-sedu sembari masih tak mau melepaskan pelukannya yang erat dari Angga. Namun, ia mencoba untuk tetap ikhlas dengan apa yang terjadi, dengan pelan ia melepaskan pelukannya lalu memandangi wajah Angga yang sudah pucat tak bernyawa. Diciumnya lembut dahi Angga sembari menitikkan air matanya. Candra sangat terisak melihatnya sembari menutupi mulutnya tak tega. Mounara lalu tersungkur tak berdaya, ia tersender di dinding pertengahan Meri dan Angga berada. Ia menangis sejadi-jadinya sembari memijat pelipisnya. Ia mengingat semua perdebatannya dengan Meri dulu. Ia sangat merasa bersalah mengingat semua itu sekarang. Ia juga mengingatkan semua yang pernah Angga lakukan untuknya. Sampai ia mengingat waktu ia masih berumur 10 tahunan sam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN