Bab 62

2030 Kata

Dia lalu meraba berkas yang ada di mejanya dan tak sengaja terdorong wadah spidol dan nyaris terjatuh. Karu menahan wadah itu. Riza membelalakkan matanya kaget. "Eeeh, Bu! Saya minta maaf Bu sayaa, saya nggak fokus tadi," ucap Riza panik seraya berdiri. "Kamu kepikiran Mounara ya?" tanyanya memandanginya. Riza terkekeh dan langsung menggelengkan kepala. "Enggak Bu saya nggak mikirin Tante Mounara, saya kepikiran Kakak saya," jawab Riza. Karu mengerutkan keningnya. "Kakak kamu kenapa?" tanya heran. "Ehm, Kakak saya kan tadi pagi ikut ke pemakaman Ibu Meri dan Om Angga. Jadi, saya, saya penasaran apa Kakak saya hari ini buka warung atau enggak Bu," "Boleh saya pamit sebentar Bu buat ngecek Kakak saya?" lanjutnya. "Boleh," jawab Karu tersenyum ramah. "Huh terimakasih ya Bu," ucap Riz

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN