"Hm iya Za, makasih ya," sahut Karu. Riza hanya mengangguk. Namun, saat Riza ingin berbalik. Karu tiba-tiba mendekatinya. Riza sontak kaget lalu melangkah mundur menjauh dari Karu agar tak menabraknya sampai ia terhenti di dekat tiang pagar rumahnya. Karu membelai poninya lembut. Riza hanya ternganga melihatnya, Karu mendekati wajahnya, Riza membelalakkan matanya gugup takut dengan apa yang akan terjadi, Karu semakin mendekati wajahnya sampai Riza menutup matanya dan pasrah kalau Karu ingin menciumnya. Tetapi, dia terheran saat menutup matanya merasa tak terjadi apa-apa. Ternyata Karu hanya membetulkan poninya ke samping agar tak mengenai matanya. Riza masih tak percaya dengan hal itu dan dia merasa malu sendiri dengan dirinya. Karu tersenyum padanya dan memandangnya. "Aku pamit dulu,"

