Shirley merasa hilang harapan sekarang. Ia murung dan sepertinya berniat untuk tak lagi menyapa Riza karena ia takut kalau perasaannya semakin jauh karena pemuda tampan baik hati itu. Saat pulang Riza yang baru saja selesai makan bersama Mounara melihatnya ingin memasuki mobil. "Mba Shirley!" sapa Riza melambaikan tangannya. Shirley menengok ke arahnya. Betapa sedihnya Shirley melihat itu. Pemuda itu seakan memberi harapan padanya. Ia pun tersenyum terpaksa membalas sapaannya. "Oh hay Za, aku duluan ya," jawabnya biasa saja seraya tersenyum berat. Riza yang melihat itu biasa saja karena dia tak tau bahwa Shirley juga mulai menyukainya. "Iya Mba hati-hati," jawab Riza tersenyum ramah. Shirley terlihat sedih di dalam mobil seraya membuang pandangannya dari Riza lalu pergi. Mounara

