Riza masih tertawa sampai ia jongkok melihat Karu. Dia tak bisa menahan tawanya. Karu hanya memanyunkan bibirnya menatapinya terlihat malu-malu. "Hah hahahaa!" tawa Riza semakin pecah tak tertahankan sampai ia menepuk perutnya sendiri. "Ya udah, kamu tunggu di situ aja ya. Bentar," perintah Riza mencoba menghentikan tawanya. "Kamu mau ke mana?" tanyanya lirih malu-malu. Riza lalu beranjak mencarikannya kain. "Hahaha bentar udah di situ aja!" jawab Riza berjalan seraya menahan tawanya menengok Karu. Karu akhirnya diam seraya menahan senyumnya karena begitu malu pada Riza. Riza terlihat masih tersenyum mengingat tingkah lucu Karu. Betapa senangnya dia saat melihat paman penjual kain ada di dekat sana. Tanpa pikir panjang dia langsung menghampirinya senang. "Em Paman, berapa kainnya?" t

