Bab 42

2045 Kata

Mounara juga tak betah lama-lama berpisah dari keluarganya. Akhirnya ia memutuskan untuk balik dan menemui Angga karena ia juga tak mau Mamahnya sedih karenanya. Ia duduk di ruang tamu sembari menunggu Angga yang pulang kerja. "Aku nggak boleh bikin Mamah bakal ikutan sedih saat tau soal ini, jadi aku harus menemui Om Angga sekarang," gumamnya dalam hati merasa dilema termenung di sofa. Tiba-tiba Meri datang dan membuka pintu. Dilihatnya Mounara yang sedang duduk di ruang tamunya. Mounara membuyarkan lamunannya dan tersadar. Ia membelalakkan matanya. "Ada Tante Meri lagi. Aduh males banget gue ketemu dia, gue kabur aja," gumamnya dalam hati. "Eh? Mounara?" tanya Meri seakan merasa senang. Mounara menatapnya tajam lalu berdiri dan pergi meninggalkannya. "Moun? Kamu ke mana? MOUNARA!" t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN