Pagi ini Ara sudah siap-siap untuk pergi sekolah. Ia sudah selesai sarapan dan tinggal menunggu Alex untuk datang menjemputnya. Sampai akhirnya Shahil keluar dari dalam garasi dan memarkirkan mobilnya tepat di hadapan Ara. "Ayo, masuk!" Ucapnya. "Gak usah ah, aku mau nungguin Alex aja." Shahil membukakan pintu untuk adiknya itu. "Alex yang minta Kakak buat bareng kamu, dia gak bisa jemput." Damn. Ini pertama kalinya masalah berhasil membuat Alex tidak memberi kabar, tidak menelphone, dan tidak menjemput. Biasanya walaupun sedang marah, Alex tetap datang menjemputnya. Tapi wajar, kemarin Alex terlihat sangat kecewa terhadap Ara. "Gak bisa? Bilang aja gak mau jemput." Gumam Ara tidak jelas. Ia pun menerima ajakan Shahil dan kemudian mereka berlalu meninggalkan rumah. Sesampainya di se

