"Garis dua?" pekik Sasfa pagi ini, ia hanya mengenakan bathrobes dengan tali yang mengikat area pinggang. Seharusnya ini berita bahagia, tapi mengingat sikap Andra kemarin siang, Saafa jadi ragu, apakah situasinya tepat atau tidak. Ia buru-buru berpakaian, memakai setelan seperti biasanya karena ia akan pergi ke kantor setelah ini. "Makan yang banyak Fa, kenapa isi piringmu sedikit sekali?" mama Lusi memberinya perhatian, mengambilkan lauk juga sayuran. "Udah kenyang kok Ma, tadi pagi-pagi buta Andra membawakanku roti panggang juga teh manis." Bastian juga hadir, ia duduk lalu menyantap bersama seolah mereka keluarga sempurna. Atensi mama Lusi berfokus pada si anak sulung, mengingatkan atas tanggung jawabnya terhadap perusahaan. "Setelah Devi resmi menikahi Andra, dia meminta di

