Pembelaan Bastian

820 Kata

Berkunjung di malam hari, Devi membawakan martabak manis untuk keluarga pak Hartawan. Ia nyelonong masuk kemudian duduk di tengah kebersamaan yang nampak dingin. Andra menjadi pusat perhatian dengan tingkah konyolnya ketika menaruh benda bulat berwarna merah di hidungnya. Mirip seorang badut. "Om, Tante, aku ga mengganggu kalian kan?" mencium pipi secara bergantian, lalu Devi tak lupa memeluk Andra erat-erat. "Tumben kamu datang," celetuk Sasfa sinis. "Tadi lewat di gang depan, terus ingat sama makanan kesukaan Andra," senyumnya manis, mengulurkan bungkusan berisi martabak kepada calon suaminya. Andra menyambut antusias, mengambil beberapa potong lalu memakannya dengan lahap. "Btw udah malem, di luar juga mendung, lebih baik kamu segera pulang," usir pak Hartawan menimpali. "Eh,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN