166. Permintaan Kedua Semua orang yang melihat ibu dan anak bersatu, ikut terenyuh hatinya. Pun, air yang menggenang di sudut mata. Bagaimana tidak, selama delapan bulan ibu dan anak terpisahkan. Lauren mendekat ke arah sang putri, menatap Cantika dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Antara terharu karena baru tahu jika dia sudah mempunyai cucu dan tidak menyangka jika keadaan akan berputar secepat ini. “I-ini ... cucu Bunda, Sayang?” tanya Lauren, menunjuk ke arah Cantika. Jessica menoleh, mengangguk. Mengiakan pertanyaan sang ibunda. Kemudian, menyerahkan Cantika agar digendong oleh bundanya itu. Lauren menerimanya dengan senang hati, menggendongnya dengan erat. Menghujani pipi balita itu dengan kecupan, sungguh bahagia hatinya. “Lihat, mirip dengan kamu, Jess.” Lauren tersen

