167. Keputusan I Semua orang terkejut mendengar pernyataan Yoga, mereka menatap lelaki itu dengan lekat. Rupanya, Yoga masih mempunyai wajah untuk meminta hal itu pada Jessica setelah semua apa yang terjadi. “Eh!” bentak Nindy, mendorong bahu Yoga sampai lelaki itu tersungkur ke belakang kemudian berdiri. “Lo pikir Jessica apaan, hah! Barang? Yang bisa lo pakai dan buang kapan saja? Enak banget lo, ngomong kayak gitu setelah apa yang terjadi. Lo masih punya muka ternyata? Atau urat malu lo udah putus?” cerocosnya panjang kali lebar, menggeleng beberapa kali. Benar-benar menggemaskan lelaki itu. Ingin rasanya dia memakan Yoga jika daging lelaki itu halal. Pasalnya, lelaki b******k itu yang sudah membuat Jessica menderita dan sekarang lihatlah, dia minta rujuk? “Lo itu dulu buang Jess

