168. Orang Kedua Kereta beroda empat itu berjalan dengan kecepatan sedang, membelah jalanan yang mulai lengang akan pengendara. Wajar saja, karena hari mulai gelap. Sang mentari pun sudah setengah badan bersembunyi di balik jingganya warna senja. Sepanjang perjalanan, tak ada yang berani membuka suara. Dari enam orang yang menjadi penumpang, semuanya sibuk dengan pemikiran masing-masing. Sungguh, hari ini adalah hari yang melelahkan. Banyak insiden tak terduga, orang-orang yang baru ditemui kembali setelah sekian lama tak bersua. Jessica, wanita itu menautkan kedua tangannya, pertanda tengah memikirkan sesuatu yang menjadi beban di otaknya. Permintaan dan pernyataan Yoga tadi, begitu terngiang-ngiang di telinganya. Satu sisi, hatinya masih terasa sakit. Namun, di sisi lain, dia jug

