Sepulangnya polisi, Sana tak dapat berkata-kata lagi. Gadis itu terus menunduk dalam, tanpa berani mendongak sedikit pun. Dia merasa malu dengan keadaan, Hanan begitu baik padanya walau sudah mencelakai Hana. Bahkan, lelaki itu juga mencabut tuntutan. Padahal, kesalahan yang dilakukan Sabna sangatlah fatal. Bagaimana mungkin lelaki itu memiliki hati yang sangat baik? “Kau tau, Sab? Saya tidak mungkin bisa seperti ini jika tanpa kata-kata Hana. Dia gadis yang baik. Saya memang belum mencintainya, tetapi karena kebaikan dan ketulusan hatinya sudah membuat saya tertarik serta merasa nyaman setiap kali saya ada di dekatnya,” papar Hanan panjang lebar, lalu menghela napas panjang. “Gu-gue ... gue benar-benar minta maaf, Han. Gue tau, gue salah besar dalam hal ini. Lo benar, cinta seharu

