Ia membuka mata saat merasakan nyeri di bagian dadanya. Huft! Ia menghembuskan napas lega begitu mengetahui ternyata dirinya masih berada dalam kamarnya di rumahnya. Sepertinya ia baru saja mengalami mimpi buruk. Ya, mimpi yang sangat buruk sekali, tapi untung saja semua hanya mimpi. Ia bangkit untuk membuka jendela kamarnya. Saat berdiri, rasa nyeri di dalam dadanya kembali menyerang. Bukan hanya di d**a, kakinya terasa ngilu dan sakit semua ketika digerakkan. Pandangannya mengarah ke jam dinding di kamarnya. Haish! Sudah pukul sepuluh siang. Pantas saja tubuhnya sakit semua, rupanya ia tidur terlalu lama. Baiklah, sepertinya ia butuh mandi untuk menyegarkan badan dan pikirannya. Ia melangkah sedikit tertatih masuk ke dalam kamar mandi. Berdiri di depan wastafel ia membuka kemeja tidurn

