"Tidaaaakk... pergi! Ayaaaah... !" Shera menjerit histeris di dalam kamar perawatannya di Nugraha Hospital. "Kak Shera, ini Alea..." "Jangan mendekat! Pergi!" Shera melompat turun dari atas ranjangnya. Infus yang sudah terpasang di pergelangan tangannya pun tertarik hingga lepas. Darah keluar dari bekas jarum infusnya. "Kak Shera, tenang...!" Aaro memegang lengan Shera yang berniat melompati jendela kamar. Ia memberi isyarat pada Alea untuk membantunya. Shera memberontak berusaha membebaskan dirinya dari kekangan Aaro dan Alea. "Lepaskan, kalian orang jahat... lepaskan!" Shera menangis. Air mata membanjiri wajahnya dengan deras. Aaro dan Alea menarik Shera untuk duduk di sofa panjang yang terdapat di sudut ruangan, di samping jendela yang mengarah ke jalan raya di bawah sana. Ya, kare

