Ale memandang wajah pulas Shera dengan perasaan campur aduk. Setelah mengalami kejadian tidak mengenakkan di kediaman Hale memang Shera masih sering tiba-tiba menangis histeris atau menggigil ketakutan. Ale mengusap lembut pipi Shera menggunakan telunjuknya. Perasaannya terhadap Shera semakin lama semakin kuat, hingga ia sendiri pun sulit untuk mengendalikannya. Yang ada di kepalanya setiap waktu selalu hanya Shera dan Shera. Lama-lama Ale sendiri merasa bahwa dirinya sudah menjadi sinting akibat cintanya pada Shera. Jika saja ia bisa, rasanya ingin sekali merantai Shera agar tetap di tempat dan tidak pergi kemanapun. Ahh tetapi tidak, ruang bawah tanah yang ia bangun untuk Shera juga sebentar lagi selesai. Sepertinya itu sudah cukup untuk menahan istrinya agar tetap berada di tempatnya.

