Malam sudah semakin larut, suasana pun menjadi sunyi dan sepi. Kebanyakan insan manusia sudah lelap dalam buaian mimpi. Namun tidak dengan Aleron. Dia masih betah berdiam diri seraya merenung di tempat tidurnya. Meski tubuhnya tengah berbaring, tapi matanya tetap terjaga. Ada hal yang sangat menganggu pikiran dan perasaannya. Sudah beberapa hari ini ia menjadi lebih pendiam karena memikirkan masalah ini. Aleron menoleh ke arah samping, melirik istrinya yang sudah pulas. Meski batinnya merasa tenang mendengar dengkur halus sang istri, tapi tetap ada satu perasaan kalut yang melingkupi hatinya. Ya, Aleron sedang berpikir apakah caranya mencintai Shera selama ini salah? Aleron mengembuskan napas berat. Ia kembali mengingat pengorbanan Om Azka yang begitu besar demi cintanya kepada bundanya.

