Jungkir Balik

1402 Kata

"Ale berangkat," ujar ale ketika melewati ruang makan. Ayah, Bunda serta adik-adiknya sudah berkumpul di meja makan, tapi Ale sedang tidak ingin sarapan. Ale mencium kedua pipi Ayah dan Bundanya. "Sayang, sarapan dulu." Sang Bunda membujuk. "Ale buru-buru." "Duduk dulu dan makanlah sesuatu," sang Ayah menimpali. Baiklah! Sedang malas berdebat dengan keluarganya, Ale memilih duduk dan bergabung sarapan. Ia menyadari keempat adiknya sedang tertawa tertahan melihat dirinya. Ahh biarlah kali ini mereka tertawa sepuasnya. Ale malas meladeni tingkah konyol adik-adiknya. Mungkin mereka menertawakan macbook-nya kemarin atau entah apa. Ia tak peduli. "Ehm, sayang, Bunda bantu pilihkan baju, mau?" Carmila bertanya hati-hati, khawatir menyinggung perasaan sang putra. "Tidak usah! Dia sudah dewa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN