Shera berontak sekuat tenaga. Air mata deras membanjiri wajahnya. Takut dan marah bercampur menjadi satu. Ia ditarik paksa menuju ke tempat yang lebih gelap dan tertutup. Ia tak bisa berteriak karena salah seorang dari ketiga pria mabuk itu membungkam mulutnya. Dalam hatinya menjerit, memanggil Ale. Berharap sang suami segera datang dan menyelamatkannya. Saat ini kedua pergelangan tangan Shera dipegang dengan kuat oleh dua teman Zerith. Dari percakapan mereka, Shera tau mereka berniat memperkosanya secara bergiliran. Tidak!!! Jeritnya dalam hati. Air matanya semakin deras melihat Zerith mulai melonggarkan dasi dan membuka kancing bajunya. Shera menendang dan berusaha menarik tangannya. Sia-sia, tenaganya tak sebanding dengan mereka. Pasrah. Ia tidak tahu lagi apa yang harus diperbuat untu

