Shera merengut mengikuti Ale menjauh dari keramaian pesta pernikahan salah satu adik kembarnya. Padahal ia masih ingin mencicipi beberapa sajian yang terlihat menggugah selera makannya, tapi suami keras kepalanya itu tetap kekeh mengajaknya pergi dan berjanji akan memesan menu apapun yang Shera inginkan untuk diantar ke kamar. "Ayang... pelan-pelan...!" Shera setengah berlari mengikuti langkah Ale. Ale menoleh, ia menatap Shera tanpa ekspresi. "Aku lupa, kaki pendek sepertimu pasti kesulitan mengimbangi langkahku," ujar Ale sadis, senyum setan tersungging di bibirnya. "Memang kakiku pendek! Mengapa tidak cari saja wanita yang kakinya lebih panjang?!" Shera berhenti melangkah. Ia kesal mengikuti Ale yang suka semaunya sendiri. Kemarin saja dia seperti orang sinting, memohon untuk dimaafk

