Hanya Untukmu

1531 Kata

Ngiing...! Plook!!! Ale menepuk nyamuk yang bertengger di jidatnya. Ia mendengus kesal sembari melirik jam di pergelangan tangannya. Hah! Ya Tuhan, sudah dua jam ia dikacangin di balkon! Sesulit itukah bagi Shera untuk memutuskan, memaafkan dirinya atau tidak? Apa permintaan maafnya tidak ada artinya sama sekali bagi Shera dibanding kado-kado tak berarti dari para pria mata keranjang itu? Ale dongkol setengah mati.  BRAAK!!! Shera terkejut mendengar pintu balkon menjeblak terbuka. Ia menoleh. Aleron berdiri di pintu, dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Shera mengedikkan bahu sedikit, sebelum kembali begelut dengan tumpukan kado permintaan maaf dari Ale. Seperti bocah yang baru saja menang lotre, Shera membuka kadokadonya dengan wajah berbinar gembira. "Tega sekali kau membiarka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN