Selama beberapa hari berikutnya, pasca keluar dari rumah sakit, Ale bersikap seperti bayi besar yang tidak mau makan jika tidak disuapi Shera, tidak mau mandi jika tidak dimandikan Shera dan tidak mau berangkat kerja, jika tidak diantar oleh Shera. Seperti pagi ini, Ale meletakkan sendoknya dan hanya diam sambil bersedekap menyaksikan keluarganya yang lain makan. Kenapa? Karena Shera malu menyuapi dirinya di depan orang tua dan adik-adiknya. Memangnya kenapa harus malu? Atau jangan-jangan memang dirinya sendiri yang urat malunya sudah putus? Bisa jadi. Ahh biar saja mereka bilang apa, yang penting Ale maunya makan disuapin istrinya! Ale mendelik kepada adik-adiknya yang sejak tadi tidak berhenti tertawa. Menertawakan dirinya. Haishh, jatuh sudah wibawa seorang Aleron. Ale mengganggu S

