Shera heran mendapati ruang kerja Ale yang kosong. Kata Bunda Ayang sakit? Tapi kenapa tidak ada? "Ayaaang...!" Shera memanggil. Blak! Pintu kamar istirahat Aleron menjeblak terbuka. Shera berlari kecil menghampiri sang suami. Matanya membelalak melihat kondisi Ayangnya yang berantakan. Kemeja putih lengan panjangnya ditekuk sampai siku, dasinya dilonggarkan dan beberapa kancing kemeja teratasnya sudah terbuka. Pandangan Shera turun ke bawah. Ia menahan napas, terkejut melihat kaki Ale yang telanjang. "Kau datang?" Ale bertanya dengan suara parau dan penuh kelegaan. "Kata Bunda, Ayang sakit?" Shera mengulurkan tangannya dan menyentuh dahi Ale. Tidak panas. Ketika ia hendak menarik tangannya kembali, Ale sudah lebih dulu menyambar pergelangan tangannya. Shera memekik ngeri ketika Ale m

