Tok! Tok! Tok! "Ayaaaang, cepet, aku ngantuk!" untuk kesekian kalinya, Shera menggedor pintu kamar mandi. Hampir dua jam lebih Ale belum juga keluar dari kamar mandi. "Tidur saja dulu!" Terdengar jawaban Ale dari dalam. "Iya, tapi aku belum gosok gigi, aaa... cepet dong." Shera merosot dan bersila di lantai sambil menyandarkan punggungnya di dinding dekat pintu, dibawah wastafel. Sementara Ale, apa yang dilakukannya di kamar mandi? Hahaha, ia hanya berjalan mondar mandir sambil sesekali menatap wajahnya di kaca. Semburat pink masih menghiasi pipinya. Ya Tuhan, memalukan sekali! Kenapa cowok kece begini memiliki rona merah jambu di pipinya. Ale mengacak rambutnya, frustrasi. Semuaa salah ayahnya! Bagaimana bisa ayahnya membuat dirinya malu dan tak berdaya di hadapan Shera? I Love You ad

