Duka

1439 Kata

Shera melirik Ale yang sedang tertidur pulas. Sejak beberapa menit yang lalu, ponselnya berbunyi tiada henti. Shera melihat nama yang muncul di layar ponsel, dari Ayah Aidan. Sepertinya penting. Shera bimbang harus membangunkan Ale atau tidak, tapi jika sangat urgent bagaimana? "Ayang." Shera mengguncang pelan tubuh Ale, "bangun, sebentar saja." Ale tidak menggubris panggilan Shera. Ia justru menggeliat dan menarik lengan Shera hingga ikut berbaring di ranjang. Ale memeluk Shera dan menjadikannya guling. "Ayang, angkat dulu panggilan dari Ayah." Ale mengekap Shera makin erat. "Matikan saja ponselnya." "Tapi, kalau penting bagaimana?" "Tidak ada yang lebih penting dibanding ini," Ale menyusupkan tangannya, masuk ke dalam blouse yang Shera kenakan. Shera menghela napas. Mengapa suamin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN