Shera bergerak gelisah dalam tidurnya. Ia bergulak-gulik sembari menendangi selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Kebelet pipis. Berat hati, Shera memaksa membuka matanya. Setelah mengerjap beberapa kali, ia meraba tempat tidur di sampingnya. Kosong! Ayang ke mana? "Ayang...!" Shera memanggil. Hii, ngeri juga malam-malam sendirian di kamar ini. Sekalipun semua lampu dinyalakan, tetap saja auranya gelap seperti yang punya kamar. Sampai lama, tidak ada jawaban. Shera turun dari tempat tidur, ia mencoba memberanikan diri untuk ke kamar mandi sendiri. Melewati beberapa rak kaca tempat Ale menyimpan koleksi pribadinya, tak sengaja pandangan Shera berhenti pada sebuah benda di dalam rak. Entah kenapa benda itu menarik perhatian Shera. Ia mendekati kaca untuk melihat benda itu lebih dekat. De

