"Aku mohon jadilah pria yang tidak serakah, jangan menginginkan dua perempuan sekaligus!" kata Ibra sambil menepis tangan Azam yang sedang menggenggam tangan Izma. "Apa? Kamu melarangku. Mereka berdua adalah istriku dan aku adalah suaminya. Kamu adalah orang luar disini. Tidak sepantasnya mengganggu kehidupan kami, kehidupan keluargaku!" ucap Azam sambil memberikan tatapan yang tajam kepada Ibra. "Ha ha ha, anggap saja aku tidak mendengar semua celotehanmu. Semua yang keluar dari mulutmu layaknya seperti anak kecil tidak ada artinya, kamu serakah dan egois. Jangan salahkan aku jika mungkin Izma pun ingin pergi darimu!" kata Ibra dengan tawanya. Pria itu terkekeh menertawakan ucapan Azam yang menurutnya sangat tidak masuk akal. "Izma mencintaiku!" Azam menatap Ibra dengan tata

