Wanita yang kini terbaring lemah tak berdaya itu, telah meneteskan airmata kesakitannya. Deru napas yang menggebu, membuatnya terasa begitu sesak dan teramat sulit untuk sekedar berhembus. Tetesan air mata yang tak mampu lagi dia bendung. Kini mengalir deras bagaikan sungai. Isak tangis yang begitu lembut. Menambah luka irisan dalam hati. Wanita itu merasa sangat tersakiti oleh ucapan sang suami, karena tidak mempercayai dirinya. Mungkin inilah waktunya untuk berpikir lebih panjang, melupakan semua rasa cinta yang dia rasakan. Wanita itu terus terjerat oleh cinta yang begitu dalam, sehingga mencekik lehernya membuatnya tak bisa bernafas sama sekali. Rasa nyeri dan ngilu dalam sekujur tubuhnya, tidak di rasakan dan telah dia abaikan. Karena rasa sakit dalam fisiknya tidak seim

