Bab 14

1003 Kata

Tak sengaja, aku mengikuti langkah mereka berdua. Termasuk saat mereka berdua masuk ke dalam sebuah cafe, aku tetap mengikutinya dalam jarak yang cukup jauh. Aku tak ingin kehilangan jejak. Aku harus tahu apa yang akan mereka lalukan. Mereka berdua disambut oleh salah seorang pelayan cafe yang berdiri di depan dan diarahkan ke salah satu meja. Sepertinya sebelumnya mereka sudah melakukan reservasi. Kurang ajar, Namira! Bisa-bisanya dia membuat janji dengan pria lain. Tanganku meremas tas jinjing berisi ponsel itu. Aku bahkan tak sadar merapatkan geraham. Kepalaku dipenuhi dengan rasa tak rela. Bisa-bisanya dia memanfaatkan waktu kerja untuk berduaan dengan bosnya. Tak bisa dibiarkan! Namun, lagi-lagi aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku harus menahan diri untuk tidak meluapkan emos

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN