Bab 18a

1022 Kata

“Tante di sini?” tanya Haris dengan nada yang begitu akrab dengan ibu mertuaku. Duh! Jangan-jangan benar kata ibu mertuaku, kalau Haris adalah calon menantunya yang gagal. Dan kini, Haris jauh lebih sukses dariku yang masih lontang-lantung tidak jelas. Masa depan suram! “Iya, nengok cucu. Nak Haris ngapain di sini?” Wanita yang memakai setelan tunik dan jilbab instan itu balik bertanya. Senyumnya begitu ramah pada Haris, berbanding terbalik dengan sikapnya akhir-akhir ini padaku. Ada tanda tanya besar tergambar di raut muka ibu mertuaku. Terlebih Haris datang menemuiku. Pasti beliau sedang mencurigai sesuatu. Pria itu menoleh dan menatapku sekilas. Ia seperti sedang hendak meminta persetujuanku untuk mengatakan sesuatu pada ibu mertuaku. “Reno lepas mobil, Bu,” jelasku mewakili Har

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN