Bab 18b

1090 Kata

Seperti biasa, setelah menidurkan anak-anak, aku dan Namira ngobrol sebentar sebelum tidur. “Dik, Firman menawariku kerja.” Aku membuka pembicaraan. Mata Namira yang selama ini murung, seketika berbinar. “Kerja apa?” tanya Namira. “Firman punya proyek property, Dik. Dia minta Mas handle di daerah sini. Aku juga baru lihat besok. Gimana menurutmu?” tanyaku. Tak banyak informasi yang dapat kuberikan pada Namira. Lagi pula, Namira juga tak banyak bertanya. Selama ini, selama aku bekerja, dia juga tidak banyak bertanya tentang pekerjaan. Dan itu juga yang membuatku terlena. Tapi, mungkin kali ini Namira menunggu kejelasan pekerjaan dahulu. Toh, aku sudah lama berusaha, tak juga dapat kerja. Dia tak mau PHP, sebagaimana aku pun begitu. “Coba saja. Yang penting halal. Ingat, satu lagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN