"Uang apa itu, Mas?" tanya Namira begitu Reno tiba di rumah. Gara-gara Meira, dia dibuat sibuk. Bahkan, tak sempat untuk menjemput istrinya. Sampai di rumah Namira dan anak-anak sudah lebih dulu tiba. Reno tergagap. Keningnya berkerut. Apa Namira tahu? Dari mana dia tahu? batin Reno. "Jangan bodoh. Email ponsel kamu kan juga ada di aku. Setiap transaksi, tentu saja notifikasinya masuk ke ponselku." Namira tak menunggu Reno selesai melepas sepatunya. "Aku dan anak-anak hanya mau memakan nafkah dari uang halal," imbuh Namira seraya mengambil tas kerja Reno dan membawanya masuk. "Apa aku nggak pantas dapat bonus fantastis?" batin Reno, tanpa menjawab pertanyaan istrinya. Kepalanya menggeleng. "Akan aku buktikan, kalau aku pun bisa punya penghasilan besar." Reno mengepalkan jarinya

