Dering ponsel membuat pria yang duduk memangku koran itu mendecak pelan, dengan terpaksa jemarinya meraih benda pipih yang tergeletak di meja. Sejujurnya di jam-jam seperti ini dia lebih suka menghabiskan waktu sendirian, mendamaikan perasaan yang tidak pernah tenang, menghilangkan gelisah yang tidak berkesudahan. Hampir satu tahun terakhir dirinya terus saja bergantung pada obat penenang. Kondisi psikisnya yang kurang baik selalu membuat perasaannya tiba-tiba berubah tidak menentu. Dia tahu semua ini karena tekanan pekerjaan yang tidak ada habisnya, dokter juga telah melarang itu. Namun, jika tidak bekerja, darimana dia bisa menghidupi dirinya. Pria itu tahu tidak bekerja pun dompetnya tidak akan menipis, tetapi dia telah hidup sebagai pekerjaan keras sedari remaja. Rasanya tidak bekerj

