Annelis menyusul pria yang sudah berjalan beberapa meter di depannya. Gadis itu mengembuskan napas kasar kemudian mendudukkan dirinya di bangku yang berada tepat di hadapan Aarav. "Jangan cemberut, jelek!" ucap Aarav menarik hidung Annelis. Gadis itu menepis tangan Aarav sambil menahan tawanya. “Tadi itu anda terlalu kasar terhadap Fiona.” Annelis berucap tiba-tiba. Membuat Aarav seketika mengangkat dagunya. “Gadis seperti dia memang pantas mendapatkan itu,” balasnya tak acuh. “Tapi itu tadi sangat keterlaluan.” Mengingat air muka Fiona beberapa saat lalu membuatnya merasa kasihan. Ucapan Aarav memang terlalu kasar, terlebih pria itu mengatakannya di depan beberapa karyawan lain. Hal itu pasti membuat Fiona merasa berkecil hati. Tidak mendapatkan jawaban, Annelis mengembuskan nap

