Aarav mengajak Annelis untuk mampir di kediaman sang kakek sebab memang karena jarak yang cukup dekat, begitu pun dengan curah hujan yang turun hari ini. Sungguh, seharian ini hujan terus saja membumi, seperti enggan pergi meninggalkan bumantara yang beringsang. Gadis itu hanya menurut ketika sang atasan menggandeng tangannya memasuki rumah megah di tengah kota Bandung. Selama ini Annelis bahkan tidak tahu ada rumah ini. Lahir dan besar selama 23 tahun tidak membuat gadis itu hafal jalanan di kotanya sendiri, karena sedari kecil dia dibiasakan tetap di rumah dan membantu Amira mengerjakan pekerjaan dapur. Pergi pun hanya ke studio foto Ziyan, atau ke bioskop terdekat. Annelis mengedarkan pandangannya, mengagumi setiap arsitektur yang tersusun rapi. Bangunan super luas ini tidak meningg

