50. Titik Terendah

1868 Kata

Mikha membuka pintu apartemen dan mencium bau gosong yang kentara, dia segera membuka sepatunya dan menuju ke dapur di mana dia menemukan Raya sedang berada di sana. “Kamu ngapain?” tanya Mikha. “Eh? Kamu sudah pulang?” Tampak Raya tidak sadar dengan kehadiran Mikha sebelumnya. Mikha mendekat dan dapat melihat ada telur yang sedang dimasak Raya namun bentuknya tidak karuan serta gosong. “Kamu buat apa?” tanya Mikha lagi. “Aku mau buat telur dadar, tapi kayaknya gagal.” Raya mematikan kompornya. Mikha mengambil piring dan membantu memindahkan telur itu ke piring. Tangan terulur mengambil sendok bersiap untuk mencicipi masakan pertama Raya. “Ih, jangan dimakan Abang!” cegah Raya. Mikha menarik cepat piring itu sehingga Raya gagal menariknya. “Aku cicipi saja,” ucap Mikha lalu mencic

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN