Mikha masih memegang ponselnya setelah menelepon keluarganya satu jam yang lalu, dia masih pusing karena Raya belum juga ketemu. Dia benar-benar takut kalau-kalau Raya dikurung, dibawa pergi entah ke mana apalagi sampai dinikahkan dengan orang lain. Sungguh, Mikha tidak rela. Mikha akhirnya bangkit dari sofa dan menuju ke kamar mandi. Saat mandi, Mikha dapat mendengar dering ponselnya namun karena keadaannya yang sedang penuh busa maka Mikha tidak dapat mengangkat panggilan itu. Setelah mandi, Mikha kembali mengambil ponselnya dan mendapati bahwa sebuah nomor baru yang tadi meneleponnya. Baru saja Mikha akan menelepon nomor itu kembali, panggilan dari nomor itu kembali masuk. “Halo,” sapa Mikha. “Halo.” “Raya?” Mikha kaget sekaligus senang. “Kamu di mana sekarang? Baik-baik saja ‘kan

