Kemuning 51

1191 Kata

Kemuning terdiam. Kalau hanya cuek dengan omongan orang, mungkin dia bisa, tapi bagaimana dia harus menghadapi Hamid setiap hari? “Ini bukan karena bisik-bisik itu saja,” jawab Kemuning sembari terus mengaduk es telernya. “Lalu karena masalah apa?” Zelfa bertanya penuh selidik. Dia sangat tidak mengerti dengan jalan pikiran Kemuning saat ini. Begitu banyak orang yang ingin mengajar di sekolah ini tapi Kemuning justru berpikir untuk mengundurkan diri. “Sepertinya… sekolah ini tidak cocok dengan keinginanku.” Kemuning asal menjawab. Dia belum siap untuk berkata jujur. Zelfa menyeringai. Jawaban Kemuning terdengar lucu. Selama dia mengajar di sekolah ini, baru kali ini ada guru yang mengatakan tidak cocok dengan sekolah ini. “Tidak cocok darimananya? Semua yang dibutuhkan oleh sekolah ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN