Setelah acara makan-makan yang seru dan penuh canda, Rindang memandangi makanan di atas meja yang masih banyak. Dari dulu sampai sekarang, kalau melihat makanan berlimpah, dia teringat dengan Hamid. Dulu sewaktu masih kuliah, keadaan Hamid yang sebatang kara sangat memprihatinkan. Meski kuliah sambil bekerja, tetap saja kekurangan. Itu sebabnya, dia mendekati pria itu. Karena selain bisa membantu Hamid, dia memang menyukai kepribadian pria itu. Rindang beranjak dari duduknya. Dia lalu bergerak menuju lemari piring. Dia mengambil sebuah tempat makan susun tiga dari lemari itu. Tempat makan itu lalu diisinya dengan makanan yang dia masak bersama Kemuning tadi. Paling bawah Dia isi nasi. Yang tengah adalah pindang tulang. Dan yang terakhir sambal tempe kering buatan Kemuning. Dia tidak mem

