Karena saya mencintai putrimu

525 Kata
Adhira berjalan pulang menuju rumahnya, ia merasa ada yang mengikuti dan memperhatikannya. Adhira mulai mempercepat langkahnya, lagi dan lagi ia merasa bahwa jarak rumah nya sangat jauh sekali saat ini. Sesekali Adhira juga menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri untuk mengecek keadaan sekitar. “Kenapa?” tanya seorang pria yang entah tiba-tiba sudah ada di sampingnya. “Hah? Ka-kamu?” riba-tiba saja adhira menjadi gugup sendiri melihat keberadaan orang tersebut. “Saya sudah memperingati kamu untuk menjauhi pria itu, tapi kamu masih saja tidak menjauhinya. Maka jangan salahkan saya, jika saya akan membuatnya terluka. Kamu adalah milik saya,” ucap pria di sampingnya dengan tegas. Adhira benar-benar di hujat dengan perbuatannya, namun ia juga bersyukur kala ia melihat Adhira sudah bisa tersenyum dan tertawa dengan teman-temannya. Pria tadi masih terus mengikutinya, dan Adhira juga masih berusaha mempercepat langkahnya. “Lo itu siapa sih? Kenapa ngikutin Gue mulu hah?” tanya Adhira kepada pria di sampingnya dengan kesal nya. “Gue itu orang yang berhak atas diri Lo,” ucapnya sembari tersenyum dengan mengerikan. “Gak waras ni orang,” Adhira menggelengkan kepalanya, ia tak habis pikir dengan pria di sampingnya. Adhira pun melangkahkan kakinya kembali, untuk melanjutkan perjalanannya menuju rumah. Sedangkan pria tadi tak mengikutinya, ia hanya tersenyum penuh arti. “Dasar orang aneh,” dumel Adhira sembari berjalan cepat, ia hanya takut jika pria tadi mengikutinya lagi. Sesampainya di rumah, Adhira mengistirahatkan tubuhnya di atas kasur kesayangannya. Namun pikirannya masih melayang kepada pria aneh tadi, ia seperti merasa terus dihantui oleh jakson. Bahkan dalam mimpi juga Adhira sering melihat pria itu setiap malam, entah mengapa itu membuat Adhira sendiri sedikit takut. Karena terlalu banyak berpikir, Adhira tertidur karena lelah. *#* “Apa hal yang dulu bisa berdampak kepada keluarga saya mbah?” tanya Ruslan kepada seseorang yang di biasa di sebut dengan mbah itu. “Saya sendiri kurang tau pak, karena hal itu juga terlepas dari kendali saya,” ucap Mbah tersebut, “Lalu apa yang harus saya lakukan, supaya mereka tidak mengganggu keluarga saya mbah?” Ruslan menunduk lesu. “Kamu hanya perlu mengawasi keluarga mu dan hanya berdoa yang bisa kita lakukan juga,” ucap Mbah tersebut sembari menepuk punggung Ruslan, guna menguatkannya. “Baiklah Mbah, terima kasih atas masukannya. Saya pamit pulang dulu,” Ruslan menghela nafas panjang sebelum akhirnya beranjak pergi. Ruslan benar-benar tak tahu jika mungkin karenanya, suatu saat keluarganya bisa terancam. Ruslan berjalan kaki menyusuri jalan raya, ia sengaja tak membawa kendaraannya. Karena memang ia sedang ingin menjernihkan pikirannya sebentar, ia mampir ke sebuah danau dan duduk di sana. “Tidak ada yang perlu kamu sesalkan Ruslan,” Ucap seseorang yang baru saja duduk di sampingnya. “Anda siapa?” tanya Ruslan, ia tak mengenali orang ini. Namun mengapa orang asing ini bisa tahu namanya. “Saya adalah anak dari seseorang yang telah kamu sewa dulu hahaa,” ucapnya sembari tersenyum miring. “Andaa?” Ruslan terkejut, ia sangat paham dengan apa yang dibicarakan orang asing ini. “Dan saya tidak akan melukai keluargamu,” ucap orang asing ini. “Te-terima kas—“ “Karena saya mencintai putrimu Ruslan hahahahha,” ucap orang tersebut begitu sangat mengerikan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN