Revan meringis ketika tangan Alana sengaja mengenai bagian bibir Revan yang terluka, setelahnya ia kembali membasahi kapas menggunakan ethanol dan melanjutkan kegiatannya mengobati cowok itu. Dirasa sudah cukup, Alana menempelkan plaster pada luka Revan. Alana menghela napas pelan. Sebenarnya ada beberapa hal yang mengganggu pikirannya dan mungkin hatinya juga. Pertama, ia tak suka orang lain terluka karena dirinya, dan sekarang Revan terluka karenanya. Kedua, yang sangat berpengaruh di hatinya adalah tatapan Lucas sebelum cowok itu benar-benar pergi dari hadapannya. Cowok itu seolah mengatakan kalau ... kalau masih ada sesuatu antara dia dengan Alana, tapi ... Alana tidak yakin. Lagipula, Alana takut kalau dia salah mengartikan sebuah tatapan, toh Alana bukan peramal yang bi

