Sudah sejak satu bulan setelah kejadian Alana menampar Lucas, sejak itu pula Alana tak pernah berinteraksi apa pun dengan Lucas. Alana tidak mempermasalahkan itu semua, toh sebagai siswi kelas tiga SMA harus fokus karena akan berhadapan dengan ujian nasional. Di pagi hari Alana berangkat sekolah, pulangnya harus melakukan pemantapan dan malamnya belajar. Kegiatan itulah yang Alana geluti beberapa Minggu ini. Menurut Alana, masa depannya lebih penting daripada makhluk bernama Lucas, walau terkadang ia harus melihat cowok itu bermain drngan adiknya di halaman rumah, tetapi cowok itu tak pernah menganggap keberadaannya. Alana tak masalah, justru itu hal yang bagus. Setidaknya Alana hidup dalam ketenangan seperti dulu. “Gue nggak suka fisika!” tukas Raden sambil menutup modul

