Sore, Kucing dan Lucas

1037 Kata

    Saat ini motor Erik sedang melaju menuju sekolah Alana. Sedari tadi hanya ada keheningan yang tercipta sampai akhirnya Erik memilih bersuara. “Dek, yang kemarin nganter lo siapa?”     "Yang mana?"     "Itu loh, yeng kemarin pulang sekolah."     "Oh, temen."     "Serius temen?"     "Ya terus apa lagi, Bambang."     "Adek gue hebat ya, bisa jadi player."     "Player pala lo peang."     Erik tertawa. "Perasaan gue gak pernah liat lo bareng Lucas lagi, deh."     "Mati kali anaknya,” sahut Alana sarkas.     "Ngomongnya, ya," tegur Erik.     "Udah deh jangan bahas tuh cowok lagi, gue alergi, Bang,” kesal Alana.     "Belaga banget, sih. Putus, ya?"     "Kepo banget hidup lo."     "Yailah ama Adek sendiri."     "Tapi gue gak suka di kepoin ama lo."     "Gak asik lo."     Alan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN