Malamnya Alana hanya terdiam di dalam kamar setelah tadi sore membuat panik serumah karena datang dipapah oleh Lucas dengan kedua lutut yang berdarah. Saat itu Alana ingin tertawa dan menangis. Menangis karena lututnya terasa sakit, dan tertawa karena Erik dimarahi habis-habisan oleh Lina. Namun, Alana masih berpikir kenapa Lucas pulang sekolah jam segitu, tapi sudahlah. Untuk apa dia memikirkan Lucas. Saat tenggorokan Alana terasa kering, ia tersenyum jahil lalu berteriak memanggil Abangnya, Erik. Tak lama kemudian, Erik datang dengan wajah kesal. “Apa!” kesal Erik karena Alana terus menyuruhnya. “Gue haus, ambilin minum dong! Seret, nih!” perintah Alana. Erik berdecak lalu keluar dari kamar. “Gak bisa banget liat gua seneng,” dumelnya yang masih dapat didengar

